Saat sehari sebelum bulan suci ramadhan seorang anak bernama dadan, dia tinggal di sebuah kota yang kotanya tersebut merupakan julukan kota bertuah, sehari sebelum ramadhan dadan sangat bahagia dan merasa senang saat datang nya bulan ramadhan yaitu bulan penuh berkah dan rahmad, di hari pertamanya puasa saat sahur dadan sahur dengan makanan ala anak kost-kostan yaitu mie instan + telur dan secangkir air putih untuk penunda lapar di pagi hari dan siang hari supaya tidak lapar saat berpuasa, sesudah sahur dadan menunggu imsak sambil menunggu imsak dadan menonton euro 2016, tak terasa sirinei mesjid berbunyi bertanda imsak dadan bergegas menuju ke mesjid untuk menunaikan sholat subuh, setelah sholat subuh dadan tidak tau mau kemana lagi dia berfikir "tidur atau pergi jalan jalan asbuh"!!! tak pikir panjang dia memilih untuk berjalan jalan asbuh sendirian, dia binggung bertujuan kemana,, saat di jalan dia di jumpai temannya yang bernama akmal sedang mengendarai motornya,, lalu dia berhenti di hadapan dadang,,,
"akmal": "dan mau kemana lu"?"dadan": ane binggung mal mau kemana, ane rencana mau kewarnet!!
"akmal": ehh mending sama ane aja dang, ane juga kewarnet,,, daripada jalan mending naik motor ane biar lebih cepat sampai.
" dadan": baiklah mal, ente teman yang paling baik,
setibanya di warnet dadang melihat banyak sekali orang bermain terutama bapak bapak,, tidak pikiran dadang "ini bapak-bapak ga tau ini bulan ramadhan apakah dia tadi sahur apa kagak,,, ini ane tebak pasti dia tidak sahur" ehh gak taunya benar si bapak tidak sahur alias tidak berpuasa,, dianya asik-asik rokok di tambah pula lagi si bapak bermain judi poker berapa banyak dosa uang di tanggung si bapak di bulan ramadhan ini, hari pertama saja si bapak sudah banyak dapat dosa apalagi di hari selanjutnya, hari semakin pagi dadangpun pulang berjalan kaki menuju kerumahnya,,, setibanya dirumah dadang langsung tidur dan bangun sekitar jam 12.30 setelah bangun dadang mandi, setelah mandi dan sudah rapi rapi penampilan dadang seperti orang tamfan,, dia meminta duit 2000 kepada orang tuanya,,
"dadan": bu bagi duit!!
" ibu" : buat apa dan!!
"dadan: gak ada bu, buat main warnet
" ibu": berapa dan?
"dadan": gak banyak-banyak kok bu cuman 2000 aja
" ibu": 2000? emang cukup buat main warnet,, kan main warnet 1jam 3000!!
"dadan": cukup kok bu,, duit dadang ada 3000 terus ibu kasih 2000 jadi 5000 dadang bisa main 2jam
" ibu": ooooowhhh baiklah (dengan memberi uang kedadang 2000)
setelah dadan dapat duit dari orang tuanya dadan langsung menuju warnet tidak jauh dari rumahnya,,, di perjalanan dia berfikir-berfikir "bagaimana saya bisa membahagiakan ibu saya,, saya harus bisa membahagiakannya dan tidak meminta minta lagi kepadanya sebaiknya saya harus mencari bisnis online yang ada di internet, kan ada banyak bisnis online disana")
di saat di perjalanan tiba tiba mata dadan terlirik kebawah ehh gak taunya ada selembar duit 100ribu di jalan,, gak pikir panjang dadan mengambilnya dan berlari ke warnet dengan perasaan yang sangat senang sekali,, dia binggung uang itu mau di kemanain... "ini duit lebih baik saya sedekahkan ke mesjid biar saya dapat pahala yang banyak,, kan ini bulan ramadhan" dalam pikirannya dadan, daripada uang ini nanti habis terpakai mending saya langsung menuju ke mesjid untuk menginfakannya,,, di perjalanan dadan melihat seorang pengemis dan anak nya sedang kelaparan,, "mending duit yang saya dapat ini saya sedekahkan aja ke sipengemis itu" dalam pikiran dadan, iyalah saya sedekahkan saja ke mereka, mereka kan lagi kesusahan, lagian inikan cuman uang dapat di jalan,, dadan menuju ke sipengemis itu dan memberikan uang yang di dapatnya tadi,
"dadan: bu ini ada sedikit duit, untuk ibu beli santapan.
" sipengemis: makasih banyak nak (dengan hati yang sangat senang sekali)
"dadan: sama sama bu, inikan sudah kewajiban saya untuk saling membantu, kepada orang yang membutuhkannya.
" sipengemis: baik sekali hatimu nak,, semoga allah SWT melimpahkan rezeki kepadamu.
"dadan: amin bu.
dadan pamit kepada ibu itu, tak berapa lama dadan meninggalkan ibu itu,, ketika dadan menoleh kebelakang si pengemis dan anaknya itu sudah menghilang tak tau arah perginya,, tak pikir panjang dadang berlari ketakutan ke arah warnet,, hati semakin sore, dadan tidak sempag bermain warnet karena bentar lagi berbuka puasa , dadan pulang dengan hati yang sangat senang karena dia telah membantu orang yang dalam kesusahan.

EmoticonEmoticon